Banjarmasin, 22 Mei 2025 — Program Studi Teknologi Informasi bersama Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknologi Informasi (HMJTI) Universitas Sari Mulia melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan tema “Simulasi Lalu Lintas dengan Virtual Reality sebagai Edukasi Keselamatan Jalan untuk Siswa SD”. Kegiatan ini berlangsung di SDN Telaga Biru 6 Kota Banjarmasin dan diikuti antusias oleh puluhan siswa kelas V SDN Telaga Biru 6 Kota Banjarmasin.

Melalui pendekatan teknologi Virtual Reality (VR), siswa diajak untuk merasakan pengalaman langsung berada di lingkungan lalu lintas secara virtual. Dalam simulasi ini, mereka mempelajari aturan dasar lalu lintas, pentingnya menyebrang di zebra cross, mengenal rambu-rambu jalan, serta memahami perilaku aman di jalan raya.
Bidang Kemahasiswaan Program Studi Teknologi Informasi “Bapak Abdul Latif, M.Kom” menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran keselamatan berlalu lintas sejak dini, sekaligus memperkenalkan penerapan teknologi mutakhir dalam dunia pendidikan. “Kami ingin menunjukkan bahwa teknologi seperti Virtual Reality tidak hanya untuk hiburan, tapi juga memiliki potensi besar dalam bidang edukasi, terutama untuk anak-anak,” ujarnya.
Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi aktif antara dosen dan mahasiswa dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Ketua Pelaksana Kegiatan dari HMJTI, Maria Peronika, menambahkan bahwa program ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan teknis sekaligus komunikasi dalam menyampaikan pengetahuan kepada masyarakat umum.
Perwakilah Guru SDN Telaga Biru 6 “Muthmainnah”, mengapresiasi kegiatan ini dan berharap kerja sama serupa dapat terus berlanjut di masa mendatang. “Anak-anak sangat menikmati simulasi ini. Mereka jadi lebih sadar akan pentingnya menjaga keselamatan di jalan, dan belajar sambil bermain melalui teknologi VR yang sangat menarik,” tuturnya.
Kegiatan ditutup dengan sesi kuis interaktif dan pembagian souvenir edukatif kepada para siswa. Melalui kegiatan ini, Prodi Teknologi Informasi membuktikan bahwa inovasi teknologi dapat menjadi jembatan efektif dalam meningkatkan kualitas edukasi masyarakat, bahkan sejak usia sekolah dasar.

