BANJARMASIN, 4 Februari 2026 – Dunia pendidikan di Banjarmasin kembali berakselerasi mengikuti perkembangan teknologi global. Kali ini, Program Studi Teknologi Informasi hadir di SMAN 13 Banjarmasin dalam sebuah agenda strategis: membekali para siswa dengan skill paling dicari di era digital, yakni AI Generatif dan Teknik Prompting.
Kegiatan yang berlangsung hari ini bertujuan untuk mengubah perspektif siswa dari sekadar pengguna teknologi menjadi kreator yang cerdas. Di tengah maraknya penggunaan kecerdasan buatan, kemampuan memberikan instruksi yang tepat (prompting) kepada AI kini menjadi kompetensi krusial yang setara dengan literasi digital dasar.
Mengapa AI Generatif?
Dalam sesi pelatihan tersebut, tim dari Prodi IT menekankan bahwa AI bukan hadir untuk menggantikan peran manusia, melainkan sebagai “asisten super” yang mampu meningkatkan produktivitas. Beberapa poin utama yang dipelajari siswa meliputi:
-
Pemahaman Dasar AI: Mengenal bagaimana model bahasa besar bekerja.
-
Seni Prompting: Teknik menyusun instruksi yang efektif untuk mendapatkan hasil yang akurat, baik dalam bentuk teks, gambar, maupun kode program.
-
Etika Digital: Bagaimana menggunakan AI secara bertanggung jawab tanpa menghilangkan integritas akademik.
“Kami ingin siswa SMAN 13 tidak hanya menonton perubahan, tapi menjadi pemain di dalamnya. Menguasai AI sejak bangku sekolah adalah investasi agar mereka siap bersaing di dunia perkuliahan maupun kerja nantinya,” ujar salah satu perwakilan dari Prodi IT.
Antusiasme Siswa
Para siswa terlihat antusias saat mencoba langsung membedah berbagai alat AI generatif. Suasana kelas berubah menjadi ruang eksperimen kreatif, di mana ide-ide abstrak berhasil dikonversi menjadi karya nyata dalam hitungan detik melalui teknik prompting yang benar.
Kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik bagi SMAN 13 Banjarmasin untuk terus mengintegrasikan teknologi terbaru ke dalam kurikulum dan aktivitas belajar mengajar, sekaligus mempererat sinergi antara sekolah menengah dan perguruan tinggi.

